Saya Jhon Yonathan Kwano, ibu dari La-Pago, dan ayah dari Tanah Tabi. Sepeninggalan kedua orang tua saya dalam kondisi yang tidak pernah saya terima, saya harus berjuang untuk bertahan hidup seorang diri, bersama paman-paman saya dari pegunungan Tengah Papua, baik sebagai pengungsi di Papua New Guinea maupun setelah balik ke tanah leluhur sejak tahun 1999.
Saya sadari bahwa perjuangan hidup saya sebagai seorang remaja yang ditinggalkan kedua orang tua adalah sebuah realitas kehidupan yang mendorong saya harus berjuang untuk bertahan hidup. Mental itu dipupuk dengan baik setelah para paman saya mempercayakan saya untuk membantu dalam memasarkan Kopi Papua kepada masyarakat internasional.
Ajakan Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica untuk tekun dalam mengekspor kopi Papua saya tidak tanggapi serius. Malah saya mengajukan permintaan supaya ekspor kopi dihentikan sebagai syarat utama untuk saya kerja di Koperasi. Alasan saya jelas waktu itu (2012), bahwa Kopi Papua yang jumlahnya sedikit harus diminum habis oleh orang Papua di Tanah Papua. Saya tidak pakai teori ekonomi, apalagi perdagangan dan bisnis. Saya dipercayakan hanya karena modal saya paham bahasa Inggris, dan pemikiran Koperasi supaya saya membantu Koperasi mengekspor Kopi Papua.
Sebagai kompensasi menghentikan ekspor ke luar negeri, saya mempromosikan untuk ekspor kopi ke Pulau Jawa dan ke seluruh Indonesia. Selain itu, untuk memudahkan pemasaran, sejak tahun 2013, saya membeli beberapa buku dan belajar sendiri dengan pendekatan “trial-and-error” rumus-rumush HTML dan PHP serta JAVASCRIPTS. Hingga tahun 2018 ini saya bisa dengan bangga mengkategorikan diri saya mahir php dan html markups, serta css stylesheets juga sudah saya pahami baik, ya boleh saya bilang 90% sudah saya kuasai.
Di Ramai Mall Yogyakarta, setelah saya ditugaskan Koperasi sebagai Marketing and Sales Manager, saya bertemu dengan seorang yang sudah tahu cara membeli domain dan cara hosting domain, serta cara menjual produk online. Herannya orang yang waktu itu bisa bantu saya ialah penjual Spy Camera (Kamera Pengintai). Pasti Mas ini sudah lupa saya, tetapi waktu itu saya mintakan dia belikan nama domain www.papuamart.com, dan saya juga mintakan dia host situs web saya dan juga setelkan tema WordPress untuk saya.
Dengan bantuannya, saya bisa belajar dengan pendekatan trial-and-error, dan akhirnya pada tahun 2014, saya sudah bisa menguasai bagaimana cara blogging dengan WordPress and juga Blogspot.com. Setiap hari saya bergulat di dunia Internet dan setiap hari saya belajar. 365 hari x 2 tahun saya habiskan.
Akhirnya saya sekarang sudah bisa menjadi Reseller NamaDomain, Reseller Web Hosting dan koordinator Toko Online pertama dan Kios Online Pertama untuk Tanah Papua.
Domain epapua.com/wp/ ini saya beli waktu itu sebagai domain awal setelah saya sukses menjadi Reseller domain dan Reseller Web Hosting untuk Tanah dan Orang Asli Papua (OAP) dengan tujuan untuk pendidikan. Terutama sekali saya berkamksud menyelenggarakan Kursus Bahasa Inggris untuk OAP, makanya nama yang saya pilih ialah English Papua (epapua). Akan tetapi sesua perkembangan waktu dan pengalaman yang semakin bertambah, saya simpulkan untuk merubah English Papua menjadi Entrepreneur Papua (epapua.com/wp/) sejak tahun 2017.
Akhir tahun 2015, sejalan dengan pemberlakukan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), maka saya dengan terpaksa pindah ke Jakarta dari Yogyakarta, dan mulai membangun toko Online yang lain di tokopedia.com dan bukalapak.com, kemudian saya permantap toko online yang lama, yaitu www.papuamart.com dan MarketPlace untuk Tanah Papua: www.papuamall.com, www.kklingkar.com. Selain itu juga saya tambahkan toko Online dengan orientasi belanja produk luar negeri, dengan menset-up www.papuamarket.com dan www.westpapua.biz
Bersamaan dengan itu saya putuskan untuk mengelola epapua.com/wp/ ini sebagai blog yang memberikan inspirasi entrepreneur OAP.
Perlu dicatat juga bahwa bersamaan dengan itu telah ditambahkan berbagai blog lain dengna tujuan dan maksud masing-masing seperti kami telah daftarkan dalam Blog PAPUAmart.com.
Banyak hal telah saya lakukan, sesuai dengan karunia dan talenda yang Tuhan percayakan kepada saya, sehingga pada saat penghakiman nanti, saat saya ditanya, paling minimal saya bisa tunjukkan kepada Sang Hakim Agung, apa saja yang telah saya lakukan untuk diri saya, keluarga saya, orang tua saya, suku saya, bangsa saya, dan untuk umat manusia di dunia ini.
Hanya satu cita-cita dan harapan serta doa saya, saya bermimpi, di masa yang tidak lama lagi, orang Papua, pengusaha AOP akan semakin banyak menjadi kaya-raya di negeri leluhur bangsa Papua, yang sudah sejak zaman purba dikenal umum sebagai negeri Emas, negeri yang kaya-raya, Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi.
Amin!