Jhon Kwano

» Jhon Kwano > 
 Length: [1325] words. Views: 1

Jhon Kwano

Later Belakang

Engkau Jhon Yonathan Kwano, dilahirkan oleh seornag ibu dari zaman batu, kawasan La-Pago, yang waktu beliau hidup sampai meninggal, tidak tahu menulis dan membaca, apalagi berbahasa Indonesia, selain tok pisin yang sepotong-sepotong. Dan kau tahu juga, ayah-mu dari Tanah Tabi, seorang yang mengabdi kepada Negara Indonesia, bekerja sejak usia remaja, sampai usia tua, sampai menghembuskan nafas terkhirnya, masih dalam posisi sebagai pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Indonesia.

Engkau juga tahu benar, sepeninggalan kedua orang tua yang kau sebenarnya tolak sebagai fakta mutlak. Dalam kondisi yang tidak pernah kau terima, kau harus berjuang untuk bertahan hidup seorang diri, bersama paman-paman mu dari pegunungan Tengah Papua, baik sebagai pengungsi di Papua New Guinea maupun Orang Asli Papua (OAP) yang dalam realitas hidup sehari-hari tampak termarginalkan, setelah balik ke tanah leluhur sejak tahun 1999.

Kau  sudah sadari sejak dini bahwa perjuangan hidup sebagai seorang remaja yang ditinggalkan kedua orang tua adalah sebuah realitas kehidupan yang mendorong mu harus berjuang sehinga bisa bertahan hidup. Mental itu kau pupuk dengan baik dna membentukmuy setelah para pamanmu mempercayakan mu tugas untuk membantu mereka memasarkan Kopi Papua ke masyarakat internasional, pertama di Jawa, kedua di Asia, ketiga di seluruh dunia.

Kau tahu, para pamanmu,petani Kopi Papua, mereka tidak paham di mana Jawa, di mana Asia, di mana seluruh dunia, tetapi mereka mempercayakanmu melakukan tugas ini. Anda sudah rasakan, sepertinya mereka melempar-mu kembali ke dalam lautan India, setelah baru saja kau keluar dari lautan Paifik, tanpa pelampung, tanpa bekal. Para pamanmu tahu, kau punya sesuatu yang bisa kau persembahkan untuk mereka, dan untuk tanah leluhur-mu.

Latar Tengah

Ajakan pertama yang kau sampaikan kepada paman-paman-mu di Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica adalah TIDAK mengekspor kopi Papua ke negara barat. Orang tuamu jelas tidak menanggapinya dengan . Kau harus mengancam berhenti kerja kalau mereka tidak tegas dalam sikap mereka. Alasanmu jelas, waktu itu (2012), bahwa Kopi Papua yang jumlahnya sedikit harus diminum habis oleh orang Papua di Tanah Papua. Kau tidak pakai teori ekonomi, apalagi perdagangan dan bisnis. Kau dipercayakan hanya karena modal kau paham bahasa Inggris, dan pemikiran mereka mempercayakan-mu supaya kau membantu mereka mengekspor Kopi Papua, bukan malahan melarang mereka.

Sebagai kompensasi menghentikan ekspor ke luar negeri, malahan kau mempromosikan untuk ekspor kopi Papua ke Pulau Jawa saja dan kemudian ke seluruh pulau-pulau di Indonesia. Selain itu, untuk memudahkan pemasaran, sejak tahun 2013, kau beli beberapa buku dan belajar sendiri dengan pendekatan “trial-and-error” rumus-rumush HTML dan PHP serta JAVASCRIPTS. Hingga tahun 2018 ini kau sudah bisa dengan bangga mengkategorikan diri mahir php dan html markups, serta css stylesheets juga sudah kau kuasai baik, ya boleh dibilang 90% sudah dikuasai.

Menurut cerita-mu, di Ramai Mall Yogyakarta, setelah kau ditugaskan Koperasi sebagai Marketing and Sales Manager, kau bertemu dengan seorang yang sudah tahu cara membeli domain dan cara meng-hosting situs web,  serta cara menjual toko dan menampilkan produk secara online. Herannya orang yang waktu itu bisa bantu kamu ialah seorang penjual Spy Camera (Kamera Pengintai). Pasti Mas ini sudah melupakanmu, tetapi waktu itu kau mintakan dia belikan nama domain www.papuamart.com, dan kau juga mintakan dia buatkan email, yaitu papuamart@yahoo.com, lalu meng-host situs web PAPUAmart.com. Beliau sendiri memberitahu-mu bahwa kalau mau jualan Online pertama-tama belajar dulu WordPress untuk dan kemudian beliau memberikan satu tema WordPress gratis, tema yang dia juga guganakan untuk jualan Online.

Dengan bantuannya, kau telah belajar dengan pendekatan trial-and-error, dan akhirnya pada tahun 2014, kau sudah sudah tahu mengelola blog WordPress dan juga menyebar ke Blogspot.com. Setiap hari kau bergulat di dunia Internet dan setiap hari saya belajar. 365 hari x 2 tahun kau habiskan.Sampai hari ini kau tetap saja begitu.

Akhirnya kau sekarang sudah bisa menjadi Reseller NamaDomain, Reseller Web Hosting dan koordinator Toko Online pertama dan Kios Online Pertama untuk Tanah Papua.

Domain epapua.com ini yang kau beli waktu itu sebagai domain awal setelah kau sukses menjadi Reseller domain dan Reseller Web Hosting untuk Tanah dan Orang Asli Papua (OAP) dengan tujuan untuk pendidikan.

Waktu itu kan kau bilang domain ini kau beli untuk kursus-kursus bahasa Inggris, kursus web hosting, kursus html, kursus pho dan javascripts. Tetapi ternyata tidak terwujud. Makanya nama yang kau pilih ialah English Papua (disingkat :epapua).com. Akan tetapi sesua perkembangan waktu dan pengalaman yang semakin bertambah, kau malah simpulkan untuk merubah English Papua menjadi Entrepreneur Papua (epapua.com) sejak tahun 2017.  Tidak tahu ini kemajuan atau kemajuan atau berputar di tempat.

Akhir tahun 2015, sejalan dengan pemberlakukan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), maka kau dengan terpaksa pindah ke Jakarta dari Yogyakarta, dan mulai membangun toko Online yang lain di tokopedia.com/papuamart dan bukalapak.com/papuamart.

Kemudian kau permantap toko online yang lama, yaitu www.papuamart.com sebagai toko Online dan MarketPlace untuk Tanah Papua: www.papuamall.com, www.kklingkar.com. Selain itu juga kau tambahkan toko Online dengan orientasi belanja produk luar negeri, dengan menset-up www.papuamarket.com dan www.westpapua.biz

Bersamaan dengan itu kau putuskan untuk mengelola epapua.com ini sebagai blog yang memberikan inspirasi entrepreneur OAP, bukan blog berisi materi kursus lagi.

Perlu dicatat juga bahwa bersamaan dengan itu telah ditambahkan berbagai blog lain dengan tujuan dan maksud masing-masing seperti kami telah daftarkan dalam Blog PAPUAmart.com.

Latar Depan

Banyak hal telah kau lakukan sejauh ini, sesuai dengan karunia dan talenda yang Tuhan percayakan kepadamu, sehingga pada saat penghakiman nanti, saat engkau ditanya, paling minimal kamu bisa tunjukkan kepada Sang Hakim Agung, apa saja yang telah engkau  lakukan untuk dirimu, keluargamu, orang tua mu, suku mu, bangsa mu, dan untuk umat manusia di dunia ini.

Baru-baru kau sudah katakan, “Hanya satu cita-cita dan harapan serta doa, yang menjadi mimpi, di masa yang tidak lama lagi, yaitu orang Papua, pengusaha AOP akan semakin banyak menjadi kaya-raya di negeri leluhur bangsa Papua, yang sudah sejak zaman purba dikenal umum sebagai negeri Emas, negeri yang kaya-raya, Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi.

Di atas semuanya itu, sudah kau ceritakan baru-baru ini, kamu punya tiga idealisme pribadi:

  1. Secara pribadi, Menjadi kayaraya di tanah leluhur yang sudah terkenal di dunia sebagai surga kecil yang jatuh ke Bumi
  2. Secara kelompok marga dan suku, “Menjadi Mandiri untuk Memberi”
  3. Secara kelompok bangsa dan Tanah Papua: “Menjadi kaya-raya untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di dunia, di masa-masa suka dan duka, di masa-masa senang dan sedih, selalu mengalirkan emas bagi kehidupan rohani dan jasmani.”

Kami sebagai Orang tua-mu, walaupun kami sudah ada di alam roh, kami selalu mendoakan, menasehati, mendukung, membimbing, melindungi, dan memimpin. Tugasmu hanya peka, tenang, tegap, dan terus… melangkah….

Amin!

Jhon Kwano was originally published on Entrepreneur Papua